A. Pengertian Model Komunikasi Lasswell
Pada tahun 1926, Harold Lasswell menulis disertasinya yang berjudul "Propoganda Technique in the World War" yang menyebutkan sejumlah program propoganda yang bervariasi mulai dari konsep sebagai strategi komunikasi politik, psikologi audiens, dan manipulasi symbol yang diambil dari teknis propoganda yang dilakukan oleh Jerman, Inggris, Perancis dan Amerika. Lasswell sendiri menyajikan suatu model komunikasi yang berbentuk sederhana. Model ini sering diajarkan kepada mahasiswa yang baru belajar ilmu komunikasi.
Sebagaimana telah disebutnya sebelumnya bahwa Harold D. Lasswell mencoba untuk menjelaskan kompleksitas proses komunikasi melalui tulisannya yang berjudul The Structure and Function of Comunication in Society (1948). Menurut Harold D. Lasswell, cara yang paling baik untuk menjelaskan kompleksitas proses komunikasi adalah dengan menjawab beberapa pertanyaan yaitu Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect? Model komunikasi yang dikenalkan oleh Lasswell tidak jauh berbeda dengan apa yang telah dikemukakan jauh sebelumnya oleh Aristoteles.
Menurut Lasswell, komunikasi adalah sebuah proses penyampaian pesan yang dilakukan melalui media kepada kominukan yang menimbulkan efek tertentu. Model komunikasi Lasswell menggambarkan kajian proses komunikasi secara ilmiah yang menitikberatkan pada berbagai turunan dari setiap elemen komunikasi dan sekaligus merupakan jawaban dari pertanyaan yang telah ia kemukakan. Kelima elemen komunikasi tersebut adalah :
1. Komunikator/sumber/pengirim pesan atau communicator/source/sender.
2. Pesan atau message.
3. Media atau channel.
4. Komunikan/komunikate/penerima pesan atau communicant/communicatee/receiver.
5. Efek atau effect.
B. Elemen - elemen dalam Model Komunikasi Lasswell
Dalam model komunikasi Lasswell, terdapat 5 (lima) elemen komunikasi yang juga dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan evaluasi terhadap proses komunikasi dan evaluasi terhadap masing - masing elemen komunikasi. Kelima eleman tersebut adalag sebagai berikut :
1. Who, merujuk pada komunikator atau sumber yang mengirimkan pesan.
Menurut Lasswell, dalam setiap bentuk komunikas selalu ada seseorang atau yang memainkan peran dalam melakukan komunikasi. Para ahli komunikasi sepakat bahwa yang dimaksud dengan komunikator adalah source/trasmitter/sender atau pengirim pesan. Terkait dengan studi media, maka elemen Who dalam model komunikasi Lasswell dapat dikaji melalui analisis kontrol atau control analysis. Yang dimaksud dengan analisis kontrol atau control analysis adalah studi atau kajian yang menitikberatkan pada hal - hal yang terkait dengan kepemilikian media massa, ideologi media, dan lain sebagainya.
2. (Says) What, merujuk pada isi pesan.
Elemen kedua dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (Says) What yang merujuk pada isi pesan. Terkait dengan studi media, maka elemen (Says) What dapat dikaji melalui content analysis atau analisis isi. Yang dimaksud dengan analisis isi atau content analysis adalah penelitian terhadap isi pesan dan biasanya diterapkan melalui pertanyaan - pertanyaan yang bersifat representasi. Misalnya, berupa jumlah perempuan yang direpresentasikan dalam pres tabloid, bagaimana kaum minoritas digambarkan dalam televisi, dan lain sebagainya. Beberapa karakteristik media penyiaran yang dimiliki media massa seperti televisi atau radio memungkinkan khalayak untuk berfikir dalam gambar atau secara visual atau berfikir dalam suara.
3. (In Which) Channel, merujuk pada media atau saluran yang digunakan untuk mengirimkan pesan.
Kemudian, elemen ketiga dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (In Which) Channel yang merujuk pada pemilihan dan penggunaan media dalam proses pengiriman pesan. Terkait dengan studi media, penelitian yang menitikberatkan pada media massa seperti radio dan lain - lain dinamakan analisis media atau media analysis. Sama hal nya dengan analisis isi, dalam analisis media penelitian dilakukan dengan menggunakan berbagai pertanyaan terkait ketersediaan media yang sesuai yang akan digunakan untuk mengirimkan pesan, misalnya media apakah yang sesuai bagi khalayak. Kesalahan dalam pemilihan media yang tepat dapat mempengaruhi efek komunikasi yang diharapakan.
4. (To) Whom, merujuk pada penerima pesan.
Elemen keempat yang tak kalah penting dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (To) Whom atau siapa yang menjadi penerima pesan. Dalam tataran kajian media, studi yang menekankan pada penerima pesan atau khalayak disebut dengan audience analysis atau analisis khalayak. Pengetahuan tentang khalayak sasaran dalam proses komunikasi sangatlah penting. Tidak hanya komunikasi yang kita lakukan melalui media, namun juga komunikasi yang kita lakukan dalam kehidupan sehari - hari dengan orang lain, diantaranya dalam sistem komunikasi interpersonal, komunikasi lintas budaya, komunikasi antarbudaya, komunikasi persuasif, komunikasi internasional, komunikasi pembangunan, komunikasi pembelajaran, komunikasi pertanian, komunikasi kesehatan, dan komunikasi dakwah.
5. (With What) Effects, merujuk pada efek media yang ditimbulkan.
Elemen terakhir dalam model komunikasi Lasswell adalah elemen (With What) Effects, yaitu efek yang ditimbulkan dari komunikasi yang dilakukan. Kajian terhadap elemen efek media disebut dengan analisis efek atau effect analysis. Kita melakukan komunikasi karena ada tujuan yang ingin dicapai. Lasswell tidak menekankan pada komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi namun pada efek media massa. Tema penting yang dikaji dalam efek media massa diantaranya adalah apakah media memiliki efek terhadap khalayak sasaran. Kajian tentang efek media massa telah melahirkan berbagai teori efek media massa, diantaranya adalah teori jarum hipidermik, teori agenda setting, teori spiral keheningan, teori uses gratification, analisis framing dan lain - lain.
C. Kelebihan dan Kekurangan Model Komunikasi Lasswell
Model komunikasi Lasswell memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Kelebihan model komunikasi Lasswell
a) Model komunikasi sangat sederhana
b) Mudah dipahami
c) Dapat diaplikasikan ke dalam berbagai bentuk komunikasi
d) Adanya konsep efek
b. Kekurangan model komunikasi Lasswell
a) Tidak adanya konsep tujuan komunikasi
b) Tidak adanya konteks dimana komunikasi berlangsung
c) Tidak adanya konsep umpan balik atau feedback
d) Tidak dapat diterapkan dalam komunikasi manusia secara langsung
e) Model komunikasi hanya dapat diterapkan dalam konteks komunikasi massa
f) Komunikasi bersifat satu arah, dll.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar